Kebanggaan kembali hadir bagi Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Hukum. Sahla Amrina, mahasiswi semester 6 dengan NIM 0201233168, berhasil mengharumkan nama kampus di kancah internasional melalui partisipasinya dalam program Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) #23 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 21–24 April 2026. Dalam ajang bergengsi tersebut, Sahla berhasil meraih Juara 2 Best Video Innovation sekaligus Bronze Medal 3rd Best Project Innovation.

IYEN merupakan program pertukaran jangka pendek bertaraf internasional yang menyediakan forum inovasi bagi delegasi terpilih dari berbagai universitas, dengan tujuan meningkatkan kapasitas diri, kepemimpinan, serta wawasan kewirausahaan para peserta. Untuk dapat terpilih sebagai delegasi, Sahla harus melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, termasuk tes wawasan dan Focus Group Discussion (FGD). Meski sebelumnya belum pernah terlibat langsung dalam FGD, hal tersebut justru menjadi tantangan yang mendorongnya untuk belajar lebih dalam — mulai dari memahami alur diskusi, cara menyampaikan pendapat, hingga berkontribusi aktif dalam tim.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, Sahla ditempatkan pada divisi ekonomi dan bersama tim mengembangkan inovasi digital bernama WarungRise. Platform ini dirancang untuk membantu warung tradisional agar mampu berkembang melalui ekosistem terintegrasi, mencakup fitur kasir digital, pencatatan keuangan, hingga credit score guna memudahkan akses permodalan. Inovasi ini selaras dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada kesejahteraan, keberlanjutan lingkungan, dan kemajuan sosial-ekonomi. Tim merancang ide secara matang, menyusun Business Model Canvas (BMC), dan membuat video inovasi yang kemudian dipresentasikan di hadapan juri internasional dari Malaysia.

Sahla mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya adalah keinginan untuk membanggakan orang tua dan kampus, sekaligus membuktikan dirinya mampu bersaing di tingkat yang lebih luas bersama delegasi dari berbagai universitas. Baginya, program IYEN bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah langkah awal menuju peluang-peluang yang lebih besar di masa depan — seolah menjadi pintu pembuka untuk menjelajahi dunia yang lebih luas. Meski perjalanan ini merupakan pengalaman pertamanya ke luar negeri dan sempat menimbulkan kekhawatiran dari orang tua, Sahla tetap teguh dan membuktikan bahwa keberanian mencoba hal baru adalah kunci untuk bertumbuh. Ia pun berharap perjalanannya ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berani mencoba dan mengambil setiap peluang yang ada.
Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Dr. Fatimah, M.A., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. “Ini membuktikan bahwa mahasiswa Hukum Keluarga Islam tidak hanya unggul dalam kajian akademik dan hukum Islam, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing di forum internasional. Prestasi seperti ini sejalan dengan visi prodi kami dalam mencetak lulusan yang berkarakter, berwawasan global, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Semoga Sahla menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa HKI untuk terus berani melangkah lebih jauh dan membawa nama kampus ke panggung dunia,” tuturnya.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. Syafruddin Syam, M.Ag., juga memberikan apresiasi tinggi. Beliau menyebutkan bahwa inovasi WarungRise yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digital mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin — memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat. “Saya mendorong seluruh mahasiswa untuk tidak ragu mengambil peluang serupa. Pintu untuk berkontribusi pada dunia terbuka lebar bagi mereka yang mau berusaha,” tegasnya.

